21 Desember 1988: Pesawat Pan Am 103 meledak di atas Lockerbie, Skotlandia. Pesawat nahas yang mengangkut 270 penumpang itu tengah terbang dari London menuju New York. Seorang warga Libya, Abdel-Basset al-Megrahi, dijatuhi hukuman kurungan seumur hidup di Skotlandia, 2002. Pemerintah Libya menawarkan santunan US$ 2,7 miliar kepada korban. Libya akhirnya mengaku bertanggung jawab atas peledakan itu, 2003.
11 Desember 1994: Pesawat Philippine Airlines dengan nomor penerbangan 434 tengah lepas landas menuju Jepang saat bom meledak dan menewaskan seorang penumpangnya. Pesawat 747 itu pun melakukan pendaratan darurat dan sukses. Bom itu berupa cairan peledak nitroglycerin yang disamarkan di dalam botol berisi cairan pembasuh lensa kontak.
Januari 1995: Sebuah operasi bersandi Bojinka yang diduga didanai Al-Qaidah berencana meledakkan 11 pesawat komersial milik Amerika Serikat rute Asia Timur-Amerika Serikat. Rencana itu berhasil digagalkan setelah aparat keamanan mengepung sebuah apartemen di Manila yang dihuni Ramzi Ahmad Yusuf dan Khalid Shaikh Muhammad. Sejumlah dokumen dan laptop berhasil disita.
11 September 2001: Dua pesawat yang dibajak dibenturkan ke menara kembar World Trade Center sehingga menara itu runtuh. Pesawat ketiga jatuh di dekat Pentagon dan pesawat keempat menghantam tanah di Pennsylvania. Diduga serangan diotaki Khalid Shaikh Muhammad. Lebih dari 2.970 jiwa melayang.
22 Desember 2001: Richard Reid ditangkap beserta bom sepatu miliknya. Reid diduga berencana meledakkan pesawat dengan nomor penerbangan 63 milik maskapai American Airlines yang siap mengudara dari Miami ke Paris.
10 Agustus 2006: Kepolisian Inggris dan Badan Intelijen M15 berhasil menggagalkan rencana peledakan sekitar 12 pesawat tujuan Amerika Serikat.
1900-1950. Di awal 1900, kurus menjadi semakin fashionable. Wanita semakin tertarik berolahraga terutama atletik. Selain itu, para ilmuwan mulai melihat berat badan sebagai suatu ilmu menghitung kalori dan menentukan berat ideal. Di masa ini, wanita ideal memiliki berat sekitar 63 kilogram dengan tinggi 160 cm.
1920-an. Perempuan dengan bentuk tubuh seperti gitar digusur mereka yang memiliki dada rata. Para wanita mulai mengikat dada untuk mendapat tampilan tersebut. Setelah Perang Dunia I, gaya hidup aktif mengubah citra wanita ideal. Energi dan vitalitas menjadi pusat perhatian, sehingga tubuh berlemak dianggap tidak efisien dan melambangkan kemalasan.
1950-an. Wanita kurus berdada besar dianggap paling menarik. Contoh perempuan ideal di masa ini ialah bintang Hollywood, Marlyn Monroe.
1960. Tubuh kurus menjadi penting dan menarik. Era ini ditandai dengan munculnya Twiggy, model ternama yang hanya mempunyai berat badan 41 kg. Majalah Amerika semakin banyak menampilkan wanita-wanita kurus. Ratu kecantikan Amerika periode 1959-1978 dari tahn ke tahun selalu lebih kurus dari sebelumnya. Juara 1975 berbobot lebih rendah 8% daripada perempuan umumnya. Bahkan model-model di zaman sekarang memiliki berat badan 23% lebih rendah daripada wanita biasa. Meski perempuan dengan berat badan seperti itu hanya menempati 5% populasi dunia, merekalah yang dipandang sebagai pemilik kata cantik.
1970-1990. Keinginan untuk memiliki tubuh kurus semakin tinggi karena pengaruh tampilan yang ada di berbagai majalah wanita. Pada era 1980-an, kurus tetap ideal, namun mereka diharapkan tampil lebih sehat. Oleh karena itu, menjaga pola makan dianggap tidak mencukupi lagi. Para wanita mulai beraerobik untuk mendapatkan tubuh fit.
Memasuki 1990. Wanita ideal memiliki role model baru. Pamela Anderson melalui serial Baywatch menjadi idaman pria. Tubuh kurus dengan dada luar biasa besar menjadi impian, meski pada dasarnya merupakan hal mustahil bagi wanita pada umumnya.
Sekarang. Tren thin is in masih populer. Wanita berlomba-lomba tampil kurus supaya mendapat kata cantik. Pilihan ada di setiap orang. Mau tampil superkurus atau seksi berisi?