Post message click here

Name:

E-mail or Website:

Message:

 

OTOMOTIF PAGE 1, 2, 3, 4, ...


Ketika Mobil Terbalik
Saat mobil terbalik di jalan raya, seorang pengemudi sudah pasti akan merasa panik. Lebih jauh, kondisi membuat pengemudi melakukan tindakan gegabah. Padahal, untuk menghadapi situasi seperti itu dibutuhkan sikap yang tenang, agar akibat dari kecelakaan yang dialami tidak bertambah fatal. Sudah pasti, setiap pengemudi tidak menginginkan hal ini terjadi. Namun, jika sudah terjadi, ada beberapa tindakan penting yang perlu dilakukan saat setelah kecelakaan terjadi. Jangan panik. Berusahalah untuk tetap sadar. Bagaimanapun kondisinya. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari tindakan yang lebih gegabah. Selanjutnya, jika Anda masih mampu untuk bersuara, cobalah untuk meminta tolong. Kecelakaan terbalik bisa saja menyebabkan bodi atap mobil remuk, dan menjepit tubuh Anda. Jika demikian, usahakan untuk tidak melakukan gerakan sedikitpun. Siapa tahu, tanpa sadar, salah satu anggota tubuh Anda terjepit dan patah tulang. Menggerakkan bagian tubuh (yang tulangnya patah) memungkinkan kerusakan fatal pada bagian syaraf. Maka dari itu, tetaplah tenang.

Jika kaca jendela masih dalam rangkaian (karena tertahan oleh lapisan kaca film), jangan coba-coba untuk menyingkirkannya. Bisa jadi kondisinya sangat rapuh. Jika akhirnya pecah lalu hancur, benda yang satu ini sangat berisiko melukai tubuh, terutama bagian mata. Untuk mengatasinya, alihkan pandangan dari depan pecahan kaca yang menggantung itu. Selalu gunakan sabuk keselamatan saat berkendara. Fitur yang satu ini sangat vital dalam berkendara. Fungsinya adalah mengikat tubuh, agar saat terjadi benturan keras, badan pengemudi atau penumpang tidak terpental. Pemakaian sabuk keselamatan saat terbalik memungkinkan tubuh Anda berada tidak jauh dari posisi duduk semula. Ini lebih baik ketimbang terpental-pental keluar, ataupun kemudian terjepit oleh bodi mobil yang remuk. Selebihnya, jangan pernah lupa untuk memeriksa kelayakan mobil, terutama ban dan rem. Kerusakan pada dua perangkat tersebut disinyalir sering menjadi penyebab terbaliknya mobil. Hindari juga sikap menyetir agresif, atau mungkin hindarilah pengendara lain yang gaya nyetir-nya dirasa agresif. Semua itu perlu dilakukan demi keselamatan Anda selama berkendara.

Cara Aman Menderek Mobil
Mobil yang mogok dan tidak bisa diperbaiki lagi di tempat merupakan sesuatu yang membuat kesal setiap pengendara. Apalagi jika tidak bisa menemui atau menghubungi jasa penderekan. Saat itulah Anda membutuhkan kehadiran mobil lain—entah itu milik teman atau milik pengguna jalan lain—untuk menderek dan membawa mobil Anda ke bengkel terdekat.

Penderekan memang menjadi satu solusi yang terbaik jika Anda menemui masalah seperti di atas. Namun meski terdengar mudah, ada beberapa hal yang patut diperhatikan demi keamanan saat menderek. Mengetahui kapasitas GVWR (Gross Vehicle Weight Rating) atau berat maksimum yang dapat dibawa oleh mobil penderek adalah hal pertama yang harus dilakukan. Untuk itu jangan lakukan penderekan jika bobot yang akan dibawa nanti melebihi angka GVWR. Anda bisa mengetahui besaran angka GVWR ini pada buku manual mobil.

Pastikan semua alat terpasang dengan baik pada masing-masing kendaraan, baik itu yang diderek maupun yang menderek. Tapi jika pada mobil tidak dilengkapi dengan fitur untuk menderek, ikatlah tali pada bagian rangka mobil, jangan pada bagian yang lain. Khusus untuk mobil yang akan menderek, periksalah tekanan angin pada ban. Kurangnya tekanan angin dan bertambahnya beban akan membuat ban mobil menjadi lebih cepat mengalami keausan. Demikian pula dengan kaca spion, pastikan agar pandangan pengemudi mobil penderek dapat melihat sampai ke ujung mobil yang diderek. Atur sedemikian rupa sudut spion untuk meminimalkan blindspot.

Cara mengemudi pun harus diperhatikan, jangan sampai terjadi pengereman mendadak karena dapat mengejutkan mobil di belakang. Demikian pula saat mulai menancap gas, usahakan selembut mungkin karena sentakan yang tiba-tiba dikhawatirkan dapat merusak rangka mobil. Terakhir jika mobil penderek menggunakan transmisi otomatis, sangat dianjurkan untuk tidak mengacu mobil dalam kecepatan tinggi. Dan jangan lupa untuk menyalakan lampu hazard untuk memberi peringatan kepada para pengguna jalan yang lain.

Rawatlah Ban Mobil Anda dengan Baik
Ban merupakan penyebab terjadinya kecelakaan yang terbesar setelah kesalahan manusia (human error), seperti ugal-ugalan, mengantuk, dan mengemudi dalam keadaan mabuk. Itu sebabnya, pengendara sebaiknya memeriksa kondisi ban mobilnya secara berkala sehingga keselamatannya dalam berkendara juga terjaga. Pemeriksaan ban secara berkala itu mencakup pemeriksaan tekanan angin dan kondisi ban. Tekanan angin ban haruslah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh pabrik pembuatnya. Umumnya, informasi mengenai tekanan angin yang sesuai bagi sebuah mobil ditempatkan di ujung pintu pengemudi, di bagian bawah pintu, atau di bagian dalam kotak penyimpan di pintu kendaraan.

Musuh terburuk bagi ban adalah kurangnya tekanan angin. Mengingat ban yang kurang tekanan angin akan mudah mengalami kerusakan pada bagian sisi (sidewall) akibat panas yang timbul. Selain itu, kurang tekanan angin juga akan mengakibatkan turunnya kapasitas angkut dan mengakibatkan mobil boros bahan bakar. Periksalah tekanan ban Anda paling tidak dua minggu sekali dengan alat ukur dan bukan dengan hanya dengan melihatnya saja. Apalagi jika Anda menggunakan ban radial. Dan, yang harus diingat adalah periksalah tekanan angin ban Anda pada saat kondisi ban Anda dalam keadaan dingin (saat mobil menempuh perjalanan kurang dari 1,6 kilometer). Tekanan angin ban harus ditambah jika mobil mengangkut beban ekstra atau mobil melakukan perjalanan ke luar kota. Peningkatan tekanan angin ban sebesar 4 psi dari ukuran standar masih dapat diterima. Pastikan pentil memiliki tutup dan tutup pentil itu terpasang dengan baik. Dan, pasanglah pentil baru setiap Anda mengganti ban baru.

Hati-hati Menerjang Hujan
Saat hujan turun, jangan sampai terlambat mempersiapkan kendaraan Anda. Pastikan kondisi mobil siap menghadapi musim hujan kali ini. Agar perjalanan aman dan lancar pastikan kondisi mobil siap menghadapi derasnya aliran air hujan, jalanan basah, genangan air, dan mati lampu. Semua kondisi tersebut memang biasa terjadi di saat musim hujan.

Periksa semua karet-karet yang ada di mobil. Cek karet wiper (penghapus kaca), keempat ban mobil, dan karet (pintu, jendela). Apakah dalam kondisi layak, atau malah perlu diganti dengan yang baru. Periksa air pembersih kaca. Periksa saluran air pembersih kaca dari kemungkinan mampet. Jika saluran air pembersih kaca mampet maka lepaslah slang air dari pompa lalu tiup dengan kompressor angin sampai seluruh kotoran keluar. Air pembersih kaca jangan sampai dibiarkan kosong karena malah akan merusak pompanya.

Periksa kelistrikan dan lampu-lampu. Pastikan semua lampu berfungsi dengan baik dan sesuaikan arah setelan sorot lampunya agar berfungsi dengan maksimal. Periksa kelistrikan mobil seperti aki, altenator dan yang berhubungan untuk memastikan semuanya dalam kondisi prima agar jangan sampai mogok saat Anda berkendara di tengah hujan deras. Lindungi sistem pengapian. Untuk berjaga-jaga dari kemungkinan terkena air hujan sebaiknya lindungi sistem pengapian meliputi kabel busi, koil dan distributor. Pastikan semua rongga tersekat dengan rapi agar air tak menerobos masuk, jika perlu manfaatkan sealer.

Saat Anda terjebak banjir. Tekanan gas buang akan memblokir air yang masuk ke knalpot. Jika mesin mati saluran buang malah tak punya tekanan sehingga air akan langsung menerobos masuk. Jalankan saja mobil secara perlahan di putaran tinggi pada posisi gigi transmisi transmisi terendah dengan stabil. Matikan tape mobil saat berkendaraan di tengah hujan-petir. Jika Anda berkendara saat hujan yang disertai petir yang menggelegar sebaiknya matikan tape mobil. Beberapa komponen di dalam tape mobil sangat rentan terhadap gangguan petir. Periksa rem kendaraan Anda. Sehabis melewati banjir, penting untuk memeriksa rem mobil. Komponen rem yang terendam air bisa menimbulkan karat dan menyebabkan kerusakan.

Memanfaatkan Kaca Spion
Kaca spion kadang disepelekan, tetapi fungsinya sangat penting untuk keselamatan. Berikut ini beberapa tips untuk penggunaan kaca spion dan cara perawatannya. Periksalah letak dan arah kaca spion sesuai dengan sudut pandang Anda saat mengemudi supaya memudahkan Anda melihat objek pada kaca spion. Hati-hati melihat bayangan objek yang tampak pada kaca spion karena objek yang tampak pada kaca spion sebenarnya lebih dekat daripada jarak yang sebenarnya. Saat parkir di tempat yang sempit ada baiknya kaca spion dilipat ketika meninggalkan mobil. Tujuannya untuk berjaga-jaga supaya tidak bersinggungan dengan mobil yang lewat. Manfaatkan fungsi kaca spion saat akan turun dari mobil. Sebelum membuka pintu pastikan jarak aman dengan kendaraan yang parkir di belakang mobil Anda. Rawatlah kaca spion dengan membersihkannya kotoran dan mencegah karat. Apalagi di musim hujan, tetesan airnya rentan menimbulkan karat. Lepaskan kaca spion, bersihkan kotoran dengan memakai kuas kecil agar menjangkau sudut-sudut sempit. Semprotkan cairan antikarat di sekeliling mekanisme penggerak. Kemudian semprot pakai angin kompressor agar debu-debu yang menempel terbuang. Gunakan lap katun/berbahan kaus yang bersih untuk membersihkan sisa-sisa kotoran. Berikan gemuk pada bagian-bagian penggerak motornya agar gerakannya lancar. Bersihkan pula kabel-kabel yang menghubungkan motor penggerak. Setelah bersih pasang kembali bagian-bagian tadi sesuai urutan saat Anda melepaskannya.

MESIN motor bersuara NGOROK
Suara mesin ngorok saat mesin motor dimatikan, sudah jelas sangat mengganggu. Tapi jangan langsung berpikir kendaraan Anda sudah waktunya turun mesin. Karena bisa saja suara itu muncul karena bushing motor starternya aus. Jika peranti itu rusak, memang seharusnya membeli satu unit motor starter yang harganya ratusan ribu rupiah. Bushing merupakan bantalan cincin yang terletak pada rumah motor starter. Bushing harus duduk presisi terhadap poros armature (rotor).

Jika muncul bunyi ngorok setiap motor dimatikan, suara itu timbul lantaran rotor bergesekan dengan magnet permanen yang menempel pada rumahnya. Penundaan perbaikan bisa mengakibatkan kumparan rotor bakal terbakar, tapi kita bisa mencoba memperbaikinya sendiri. Untuk reparasi, siapkan shim (plat tipis berbentuk cincin) sekitar 0,3 mm dan kunci secukupnya. Yang perlu dilepas hanya rumah dan rotornya saja. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:

Setiap langkah yang ditempuh harus diingat, karena Anda diharuskan memasang kembali kondisi semula. Lepaskan baut pengikat rumah motor starter. Untuk langkah selanjutnya, lepaskan juga rotornya, langsung tarik, rotor terbebas dari impitan kedua sikat/brush. Lanjutkan pemeriksaan kelonggaran rotor dengan bushingnya.

Sekadar mengingatkan, meskipun tingkat kelonggarannya sedikit bisa berakibat fatal. Gunting shim secukupnya, jika berlebihan rotor menjadi macet. Masukkan shim ke dalam lubang bushing, jangan salah pemasangannya. Posisi harus bagian samping bukan di dasarnya. Untuk memudahkan pemasangan dan mengurangi gesekan, berikan sedikit gemuk. Bila sudah selesai, lakukan perakitan komponen motor starter kembali seperti semula. Hati-hati jangan sampai ada yang tertinggal, biasanya suka ada baut yang berlebihan.

Jika Busi dan "Kuda Besi" Tidak Serasi
Melihat kondisi busi adalah langkah yang sering dilakukan oleh para pengendara sepeda motor jika tiba-tiba motornya ngadat. Kalau sudah dilihat sekilas, langkah berikut yang biasa dilakukan adalah dengan meniup atau membersihkannya dengan amplas agar motor bisa melaju lagi.

Langkah di atas memang bisa dijadikan jalan keluar yang baik, terutama jika jelaga, minyak atau air yang ada di antara elektrode menyebabkan hubungan singkat yang menyebabkan mesin mati. Tapi akan lebih baik lagi jika memeriksa dengan teliti tanda-tanda yang ada pada busi, karena barangkali busi yang dipakai ternyata tidak cocok dengan motor. Anda bisa memperhatikan jika kaki isolator busi terdapat jelaga berwarna hitam, bisa jadi ini merupakan tanda bahwa busi yang digunakan terlalu dingin untuk motor. Sebaliknya jika kaki isolator berwarna kuning dan terdapat bekas butir cairan maka Anda patut curiga kalau busi yang digunakan terlampau panas.

Tanda-tanda bahwa busi yang digunakan sudah tepat adalah jika kaki isolator berwarna kelabu. Tanda ini juga menunjukkan beberapa hal lain yaitu karburator berjalan dengan baik dan minyak pelumas tidak naik ke ruang bakar. Anda juga bisa memperhatikan jarak antar elektrode dan ketebalannya. Jika jaraknya terlampau jauh maka mesin motor akan goyah pada putaran mesin tinggi. Sebaliknya jika jarak elektrode terlampau dekat motor akan goyah saat mesinnya digunakan pada putaran rendah. Kalau sudah menemui gejala seperti ini, Anda perlu mengatur jarak antar elektrode. Tapi jika jarak elektrode busi sudah sangat tipis mau tak mau Anda harus mengganti busi dengan yang baru.

Akan halnya jika isolator sudah sedikit mengalami kerusakan maka akan lebih baik jika mengganti busi dengan yang baru karena selain dapat mengakibatkan hubungan singkat hal ini juga akan mengakibatkan motor sulit untuk dihidupkan. Setelah tahu busi mana yang cocok untuk motor Anda, jangan lupa untuk selalu memeriksa kondisi busi apakah masih layak pakai atau tidak. Hal ini bisa dilakukan saat Anda melakukan servis berkala. Terakhir jangan lupa untuk membawa busi cadangan untuk berjaga-jaga kalau terjadi sesuatu saat berkendara.

Hindari Kopling Gosong
Untuk Anda yang awam soal motor barangkali heran melihat kanvas kopling cepat menipis, bahkan sampai gosong. Mengapa ini bisa terjadi? Dalam situsnya, Astra Honda Motor (AHM) mengungkapkan masalah ini bisa terjadi saat motor sedang dijalankan, kopling sudah di posisi setengah. Ini akan terjadi, bila setingan kopling pada motor diubah ke arah minus.

Untuk motor sport yang masih memakai kopling manual. Ada ketentuan jarak main bebas (free play) antara 10-20 mm pada handle kopling. Karenanya dianjurkan agar bearing yang terdapat di clutch assy jangan sampai bersentuhan dengan rod lifter clutch. Usahakan bearing clutch hanya bersentuhan jika sedang menekan handle kopling. Tujuannya agar dalam memindahkan gigi bisa lebih halus.

Demikian juga pada tipe cub free play, posisinya harus ada di sekitar 5 mm pada pedal gear change dan hanya ke depannya saja. Itu juga kalau Anda menyetel adjusting-nya antar 1/16 sampai dengan 1/8 putaran saja, jika Anda seting maksimal ada free ke belakang. Untuk tipe cub, hal ini mudah terdeteksi karena apabila kita seting kurang dari 1/16 putaran kick starternya akan ngelos. Karena untuk tipe cub pada transmisinya tidak dilengkapi gear starter yang khusus, seperti halnya tipe GL M dan GL Pro.
 

Designed and developed by Aa Endang © 2007-2020. All rights reserved. Aa Endang is sponsored by IklanPraktis - TOP

IndoBanner Exchanges